Suasana
RT 1/ RW 19 Bumirejo, Kelurahan Pringrejo Menjelang Perayaan 17 Agustus
Biasanya saat menjelang perayaan HUT RI, desa ramai,
banyak perlombaan, dan banyak bendera merah putih terpasang di setiap rumah dan
jalan. Tapi, di tahun 2020 ini sedikit berbeda. Karena adanya pandemi covid 19,
perlombaan dan karnaval yang sering diadakan tak bisa diadakan. Karena bisa
menyebabkan tersebarnya virus korona. Walau sudah dilarang tak boleh mengadakan
perlombaan, ada beberapa yang masih mengadakan perlombaan. Dan yang lebih parah
lagi, mereka tak menggunakan masker dan menaga jarak
Gambar
diatas adalah pemandangan depan rumah saya. Ada banyak bendera yang dipasang di
pinggir jalan. Bendera tersebut dipasang oleh bapak-bapak Rt setempat pada hari
Jumat, 14 Agustus 2020. Bendera dipasang di sepanjang jalan.
Di sekitar tempat tinggal saya, untuk
memperingati Hari kemerdekaan Indonesia, diadakan Tirakatan. Tradisi Tirakatan
adalah tradisi yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang
telah diraih. Tirakatan diadakan dua kali. Yang pertama, pada tanggal 15
Agustus 2020, malam Minggu di Masjid Baitul Majid. Dihadiri semua jamaah masjid
dari berbagai usia, besar, kecil, tua dan muda semuanya hadir di masjid. dan
kebetulan pada malam itu biasanya dilaksanakan pengajian. Jadi, setelah pengajian
usai, dilaksanakan doa bersama atas nikmat kemerdekaan, kemudian makan-makan
bersama.
Tirakatan
dilaksanakan dengan tetap memenuhi protokol kesehatan. Tetap memakai masker dan
jaga jarak. Gambar diatas adalah di bagian jamaah perempuan yang di lantai bawah.
Agar tidak menimbulkan kerumunan, jamaah masjid dibagi dua kelompok. Lantai
atas dan lantai bawah. Lantai bawah kelompok A dan B. Sedangkan lantai atas
kelompok C dan D. Kelompok-kelompok itu ditentukan dari kelompok mengaji.
Makanan
yang disantap hasil masakan ibu-ibu. Ibu-ibu yang ditugaskan memasak datang di
tempat memasak yaitu di halaman belakang masjid. Sejak pukul 3 sore. Ada 4 jenis
masakan yang mereka masak. Yaitu Semur Daging Sapi, Megono, Mie, dan Tempe Goreng.
Setelah acara makan bersama selesai, anak-anak remaja masjid bersama-sama
mencuci piring dan gelas. Ada juga beberapa ibu-ibu yang ikut membantu dan
mengarahkan.
Tirakatan
yang kedua hanya dihadiri bapak-bapak dari RT 1. Dilaksanakan malam senin,
tanggal 16 Agustus 2020, setelah salat isya. Pelaksaannya juga memenuhi
protokol kesehatan. Urutan acaranya adalah, pertama pembukaan, kedua menyanyian
lagu Indonesia Raya, ketiga sambutan ketua panitia, yang keempat uraian hikmah
prolamasi kemerdekaan, yang kelima do’a syukur atas kemerdekaan, dan yang
terakhir ramah tamah. Acara Tirakatan selesai.
Dari
yang saya dengar ada beberapa RT sebelah yang tetap melaksanakan lomba 17-an
dan jalan sehat ditengah situasi pandemi. Padahal mereka tau disaat seperti ini
tidak boleh mengadakan kegiatan yang menyebabkan kerumunan. Dan lagi, mereka
tidak mengikuti protokol kesehatan. Tak memakai masker, tidak jaga jarak dan
mungkin tak memakai hand sanitizer atau cuci tangan dengan air mengalir. Walau
banyak orang yang melanggar protokol kesehatan, semoga korona segera berlalu
dan kita bisa kembali melakukan aktivitas.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar